Habis Gelap terbitlah terang
Ini cerita tentang Aku, hidup penuh pengorbanan yang selalu disertai semangat dan pengharapan ridho Allah. Di usiaku yang menginjak 30 tahun, Aku baru memulai untuk merubah kehidupan dengan berkarir. Semuanya ku mulai dengan sekolah ( kuliah ), jika orang-orang beranggapan itu telat, memang aku terima tetapi inilah jalan hidupku segalanya kembali pada jalan Allah yang tak pernah satu orang pun dapat menduganya.
Sekolah dengan jarak yang cukup jauh memang banyak rintangannya, pertama ketika berangkat tak jarang Aku dihadapkan dengan rengekan anakku yang masih berusia balita, kadang Aku marasa bingung apakah langkahku harus dilanjutkan atau tidak, tapi karena niat yang kuat keinginan untuk memperbaiki hidup di masa depan maka untuk itu rengekan seorang anak hanya ku harap menjadi sebuah do’a agar apa yang akan ku jalani hari ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang baik dan penuh kebarokahan.
Selain itu kadang-kadang cuaca yang kurang bersahabat tak jarang mengurungkan niat Aku untuk pergi ke sekolah karena perjalanan yang cukup jauh dan alat transportasi yang digunakan tidak bisa melindungi aku dari teriknya panas matahari dan derasnya air hujan. Tetapi Aku tetap semangat karena Aku yakin tidak ada satu pun usaha dengan niat baik dan disrtai dengan do’a yang tulus ikhlas yang tidak akan mendapatkan pahala dan balasan yang baik pula. Judul dari cerita ini menjadi pengharapan yang sangat besar untukku. Semoga Allah selalu memberiku nikmat sehat agar Aku diberi kemudahan dalam menjalani hidup ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar