Sabtu, 24 April 2010
TETI SETIAWATI_IPI_UTS_SEMESTER IV_KELAS A
Semester : 4 A
Mata Kuliah : Ilmu Pendidikan Islam
Dosen : Mulyawan S. Nugraha,M.Ag M.pd
Jawaban dari soal UTS
1.Menurut Nur Uhbiyati (2005: 13) bahwa komponen-komponen yang berkaitan dalam pendidikan Islam adalah Anak didik, pendidik, dasar dan tujuan pendidikan Islam, metode pendidikan Islam, materi dalam pendidikan Islam, evaluasi pendidikan Islam, alat dalam pendidikan Islam, lingkungan sekitar.
komponen-komponen yang saling berkaitan dalam pendidikan Islam yaitu:
a.Anak didik
Yaitu pihak yang merupakan objek terpenting dalam pendidikan
b.Pendidik
Yaitu subjek yang melakukan pendidikan Islam dan mempunyai peranan penting untuk berlangsungnya pendidikan baik atau tidaknya pendidik berpengaruh besar terhadap hasil pendidikan Islam
c.Dasar dan tujuan pendidikan Islam
Yaitu landasan yang menjadi fundamental serta sumber dari segala kegiatan pendidikan islam . Tujuan pendidikan adalah suatu nilai ideal yang hendak diwujudkan melalui proses kependidikan itu. Intinya tujuan pendidikan Islam ingin membentuk anak didik menjadi manusia (dewasa)muslim yang bertakwa kepada Allah SWT.
d.Metode pendidikan islam
Yaitu cara yang paling tepat dilakukan oleh pendidik untuk menyampaikan bahan atau materi materi pendidikan Islam kepada anak didik.
e.Materi pendidikan Islam
Materi pendidikan Islam melalui berbagai pelajaran yang berhubungan dengan Al-Quran dan Hadits, Akidah akhlak, BTQ, Bahasa Arab, dan lain-lain.
f.Evaluasi pendidika Islam
Menurut M. Thabib Thaha evaluasi merupakan kegiatan terencana untuk mengetahui keadaan objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan hak ukur untuk memperoleh kesimpulan.
g.Alat-alat pendidikan Islam
Alat-alat pendidikan Islam harus bernilai mendukung norma-norma Islam dan mampu berfungsi memperlancar proses pencapaian tujuan pendidikan Islam.
h.Lingkungan sekitar
Lingkungan harus dapat dimanipulasi menjadi jalannya psoses pendidikan dalam ilmu pendidikan islam.
QS. Al Mulk: 10:
Daftar Pustaka:
Ramayulis. 2008. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulya
Uhbiyati, Nur.2005. Ilmu Pendidikan Islam.Bandung: CV Pustaka Setia
2.Menurut W robert huston (Abdul Mujib dan jusuf mudzakir 2008.93) bahwa kompetensi yaitu suatu tugas yang memadai atau pemilikan pengetahuan ,keterampilan dan kemampuan yang dituntut oleh jabatan seseorang .definisi ini mengandung arti bahwa calon pendidik perlu mempersiapkan diri untuk mengetahui sejumla pengetahuan,keterampilan dan kemampuan khusus yang terkait dengan profesi keguruan nya agar dia dapat menjalankan tugasnya dengan baik serta dapat memenuhi keinginan dan harapan peserta didiknya. Oleh karena itu seorang pendidik harus memenuhi persyaratan yang diperlukan oleh pendidik agar mampu menjalankan tugasnya dengan baik.
Menurut Ahmad Tafsir bahwa syarat-syarat pendidik dalam pendidikan formal Islam yaitu :
a.Syarat agama, harus muslim
b.Syarat umur harus dewasa
c.Syarat kesehatan, harus sehat rohani dan tidak berpenyakit menular
d.Syarat kemampuan akademik harus menguasai ilmu pendidikan dan bidang studi yang dipegangnya
Dalilnya yaitu dalam QS. Al Ahzab ayat 21
Daftar pustaka:
A, Mujib dan Mudzakir. 2008. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Tafsir, Ahmad dan Jun Suryaman (ed) 1991. Ilmu Pendidikan dalam Perspektif Islam.Cet VII. Bandung: Rosda Karya
3.Menurut Suryo Sutrata B (Abdul mujib dan Yusuf Mudzakir, 2008: 87), bahwa pendidik berarti orang dewasa yang bertanggung jawab memberi pertolongan pada peserta didiknya dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai tingkat kedewasaannya mampu mandiri dalam memenuhi tugasnya sebagai hamba dan kholifah Allah SWT.
Menurut Drs. Abdul Mujib (2008: 88) mengatakan bahwa pendidikan yang pertama dan utama adalah dri orang tua sendiri (keluarga) yang bertabggung jawab penuh terhadap perkembangan anaknya, sukses tidaknya anak tergantung pengasuhan, pendidikan, dan perhatian dari orang tua tersebut. Selain keluarga yang bertanggung jawab sebagai pendidik yaitu sekolah dimana orang tua melimpahkan sebagian tanggung jawabnya kepada sekolah. Disekolah anak didik diberi ilmu pengetahuan, dan serta ditanamkan rasa tanggung jawab dan kedisiplinan serta dibina untuk menjadi seorang pelajar yang berakhlaqulkarimah. Oleh karena itu apabilka orang tuaberhasil mendidik anaknya dilingkungan keluarga maka si anak tidak akan susah lagi dibina oleh gurunya begitu pun sebaliknya. Adapun lingkungan masyarakat yaitu sebagai penanggung jawab pendidikan menjelma dalam beberpa perkara dan cara yang dipandang sebagai pendidikan. Pergaulan dalam masyarakat sangat mempengaruhi terhadap kepribadian si anak didik oleh karena itu masyarakat dapat melakukan pembinaan melalui ajakan dalam hal kebaikan dan melarang segala kemunkaran
Daftar Pustaka :
Mujib A, Mudzakir.2008.Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
An-Nahlawi, Abdurohman.2004. Pendidikan Islam di Rumah, Sekolah dan Masyarakat. Jakarta: Gema Insani Press
4.Murthada Mutahhavi (Ramayulis 2008: 2) Melukiskan gambaran Al-Quran tentang manusia yaitu bahwa manusia sebagai makhluk pilihan Tuhan, sebagai kholifahnya di muka bumi serta sebagai makhluk yang semi samawi dan semi duniawi yang dalam dirinya ditanamkan sifat mengakui Tuhan, bebas terpercaya, rasa tangggung jawab terhadap dirinya maupun alam semesta langit dan bumi.
Pada intinya hakekat manusia yaitu sebagai hamba Allah yang diciptakan oleh Allah semata-mata hanya untuk beribadah kepada-Nya, sesuai dengan Q.S Adz-zariat:56 yaitu:
Artinya: ”Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada- Ku.
Hakekat manusia juga sebagai khalifah di muka bumi yang kedudukan dan fungsinya dibeda-bedakan oleh Allah dengan makhluk lainnya sesuai dengan QS. Al-Anam ayat 165 yaitu:
Artinya: “Dan dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa dibumi dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian (yang lain) beberapa derajat.
Menurut Muhammad Athiyah Al-Abrosi (1980) tujuan pendidikan Islam adalah membantu pembentukan akhlak mulia, mempersiapkan kehidupan dunia dan akhirat, menumbuhkan roh ilmiah, pada pelajaran dan memungkinkan ia mengkaji ilmu sekadar sebagai ilmu. Sedangkan Ahmad D. Marimba (1989) menyimpulkan tujuan akhir pendidikan Islam yaitu terbentuknya kepribadian muslim.
Adapun tujuan pendidikan Islam yaitu untuk membentukkepribadian manusia menjadi insane kamil yang beriman dan bertakwa kepada Allah yang senantiasa dilandasi oleh nilai-nilai Al-Quran dan sunah.
Oleh karena itu pendidikan harus mampu memberikan dan membentuk pribadi peserta didiknya dengan acuan nilai-nilai illahiyah karena dengan ini akan menjdi panduan baginya dalam melaksanakan amanat Allah di muka bumi dan untuk merealisasikan tugas dan kedudukan manusia dapat di tempuh melalui pendidikan karena dengan pendidikan diharapkan manusia mampu mengembangkan potensi yang diberikan Allah SWT secara optimal untuk merelisasikan kedudukan, tugas dan fungsinya.
Daftar Pustaka:
Ramayulis.2008. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta : Kalam Mulia.
Syar’i, Ahmad. 2005. Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta: Pustaka Pirdaus
5.Sebagaimanadikemukakan oleh Muhammad Ali Al-khawli (Abdul mujib dan Jusuf Mudzakir, 2006:122)bahwa kurikulum adalah seperangkat perencana dan media untuk mengantarkan lembaga pendidikan dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang diinginkan .tetapi kurikulum juga dapat diartikan menurut fungsinya sebagaimana dalam pengertian berikut ini:
a.Kurikulum sebagai program studi
b.Kurikulum sebagai konten
c.Kurikulum sebagai kegiatan terencana
d.Kurikulum sebagai hasil belajar
e.Kurikulum sebagai refroduksi kultural
f.Kurikulum sebagai pengalaman belajar
g.Kurikulum sebagai produksi
Menurut bahasa, globalisasi adalah seluruhnya, menyeluruh, sedangkan globalisasi adalah pengglobalan secara keseluruhan aspek kehidupan, perwujudan (peningkatan atau perubahan) secara menyeluruh di segala aspek kehidupan.
Manusia bertaqwa yaitu anusia yang selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya
Tantangan, dampak, kerugian, keuntungan dari kurikulum di era globalisasi yaitu:
Tantangannya : kemajuan teknologi yang paling pesat menjadi satu kendala bagi pendidikan Islam agar lebih kuat dan berpegang teguh pada ajaran Islam
Dampaknya: yaitu kerusakan moral dan akhlak dan timbulnya tingkah laku yang tidak baik bagi anak didik
Kerugiannya: merosotnya bidang ekonomi bagi negara berrkembang
Daftar Pustaka:
Mujib A, Mudzakir.2008.Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Kamis, 10 Desember 2009
tips hari ke-3
Ini cerita tentang Aku, hidup penuh pengorbanan yang selalu disertai semangat dan pengharapan ridho Allah. Di usiaku yang menginjak 30 tahun, Aku baru memulai untuk merubah kehidupan dengan berkarir. Semuanya ku mulai dengan sekolah ( kuliah ), jika orang-orang beranggapan itu telat, memang aku terima tetapi inilah jalan hidupku segalanya kembali pada jalan Allah yang tak pernah satu orang pun dapat menduganya.
Sekolah dengan jarak yang cukup jauh memang banyak rintangannya, pertama ketika berangkat tak jarang Aku dihadapkan dengan rengekan anakku yang masih berusia balita, kadang Aku marasa bingung apakah langkahku harus dilanjutkan atau tidak, tapi karena niat yang kuat keinginan untuk memperbaiki hidup di masa depan maka untuk itu rengekan seorang anak hanya ku harap menjadi sebuah do’a agar apa yang akan ku jalani hari ini menjadi langkah awal menuju masa depan yang baik dan penuh kebarokahan.
Selain itu kadang-kadang cuaca yang kurang bersahabat tak jarang mengurungkan niat Aku untuk pergi ke sekolah karena perjalanan yang cukup jauh dan alat transportasi yang digunakan tidak bisa melindungi aku dari teriknya panas matahari dan derasnya air hujan. Tetapi Aku tetap semangat karena Aku yakin tidak ada satu pun usaha dengan niat baik dan disrtai dengan do’a yang tulus ikhlas yang tidak akan mendapatkan pahala dan balasan yang baik pula. Judul dari cerita ini menjadi pengharapan yang sangat besar untukku. Semoga Allah selalu memberiku nikmat sehat agar Aku diberi kemudahan dalam menjalani hidup ini.
tips hari ke-2
Aku harus berlama-lama duduk di depan internet karena dengan berbagai kendala yang dialami. Pertama karena Aku kurang begitu faham dalam penggunaan internet,dan cara Aku mengetik yang belum mahir sehingga memakan banyak waktu padahal tugas yang harus ditulis hanya beberapa paragraph saja.
Kendatipun tugas-tugas TPKI itu membuat Aku pusing tujuh keliling, karena baru saja selesai yang satu sudah datang lagi tugas yang lain. Tapi Aku sangat yakin semua itu ada hikmahnya. Dan memang betul sekali dengan adanya tugas TPKI yang harus selalu melalui internet,secara tidak langsung memaksaku untuk bisa dan terbiasa dengan internet.walaupun setiap ada tugas dari dosen, Aku harus selalu didampingi temanku,dan masih beruntung Aku punya teman yang baik hati dan tidak sombong yang selalu mau mendampingi dan mengajari Aku. Dan Aku ucapkan banyak terima kasih pada temanku itu semoga Allah membalas semua amal kebaikan mu
Rabu, 09 Desember 2009
pengembangan masalah
BIla Rambut rontok, apa yang akan terjadi dengan
a. Kepala mereka
b. Rambut merek a a. –Apa akibatnya bila kepala mereka gatal dan rontok ?
Jawab : Kepalanya menjadi panas
–Apa akibatnya bila kepala mereka menjadi panas ?
Jawab : Kulit kepala lecet
–Apa akibatnya bila kulit kepala lecet ?
Jawab : Kepala mereka menjadi perih
–Apa akibatnya bila kepala mereka menjadi perih ?
Jawab : Mereka strees
–Apa akibatnya bila mereka strees?
Jawab : Menjadi gila
b. –Apa akibatnya bila rambut mereka rontok?
Jawab : Gundul
–Apa akibatnya bila mereka gundul?
Jawab : Tidak punya rambut
–Apa akibatnya bila mereka tidak punya rambut ?
Jawab : Hilangnya mahkota wanita
–Apa akibatnya bila mereka hilang mahkota ?
Jawab : Tidak cantik
–Apa akibatnya bila mereka tidak cantik ?
Jawab : Laki-laki tidak suka
Masalah 2 Pengembangan
Rambut rontok –Kenapa rambut rontok ?
Jawab : Karena tidak pernah dirawat
–Kenapa tidak pernah dirawat ?
Jawab : Karena mereka tidak punya fasilitas
–Kenapa mereka tidak punya fasilitas ?
Jawab : Karena mereka tidak punya kemauan
–Kenapa mereka tidak punya kemauan ?
Jawab : Karena mereka malas
–Kenapa mereka malas ?
Karena tidak ada tekanan
Selasa, 24 November 2009
Teti Setiawati_Tips yang pertama_Hari ke-1
Saya jadi berpikir mengapa Indonesia ini terus menerus di timpa musibah?
Apakah karena akibat dari ulah manusia di bumi ini. Karena sekarang ini banyak orang terutama umat Islam yang tak bisa membedakan lagi mana yang hak dan mana yang batil, mana yang haram dan mana haram, tak sedikit orang yang berprilaku seperti hewan tak jauh beda dengan seekor kambing.
Lalu bagaimana sikap kita selanjutnya setelah berbagai musibah melanda kita? saya rasa dengan adanya musibah ini kita harus lebih bertakorrub kepada Allah dengan jalan beribadah dan mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan kepa kita karena Allah telah menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa hambanya yang bersyukur akan di tambah nikmatnya dan hambanya yang tak bersyukur maka azab Allah akan datang menimpanya.
Marilah kita renungkan bersama-sama ayat di atas.
Kamis, 19 November 2009
tugas analisis makalah
Contoh kata-kata yang tidak sesuai dengan EYD diantaranya:
- malahan seharusnya dirubah menggunakan kata bahkan
- mahupun seharusnya maupun
- ibadat seharusnya ibadah
-dan seterusnya..........
Contoh kalimat yang kurang efektif diantaranya :
- ibu-bapaknya seharusnya orang tuanya
- halmana seharusnya padahal
- memangku jawatan seharunya memegang jabatan
- dan seterusnya........
Contoh kata yang salah dalam pengetikannya:
- pelusuk seharusnya pelosok
- harhala seharusnya berhala
- uinat seharusnya umat
- dan seterusnya........
Dilihat dari penempatan tanda baca terutama tanda koma masih bamyak yang ketinggalan.
Dilihat dari segi isi terlalu banyak memuat tentang biografi Muhammad bin Abdul wahhab, sementara inti pemikiran gerakan wahabi sendiri kurang di paparkan.
Selasa, 27 Oktober 2009
Bulan Juli tahun 2000, aku lulus sekolah dari MA. Setelah lulus aku berkeinginan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi apalagi wali kelasku selalu mendukung dan memberikan motivasi tapi impian itu harus ku kubur dalam-dalam karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan.
Hampir beberapa bulan lamanya aku menganggur di rumah dan aku sendiri merasa bosan dengan hari-hariku yang monoton, sampai suatu ketika aku mencoba untuk melamar ke sebuah perusahaan yaitu PT Elektronik yang berada di daerah sukabumi.
Ternyata untuk menjadi seorang karyawan saja tidak mudah, aku harus mengikuti beberapa tes, baik itu tes lisan maupun tulisan. Dari sekian banyak orang hanya 29 orang yang dinyatakan lulus termasuk aku sendiri yang lulus dalam tes itu.
Hari pertama kerja sangatlah membosankan karena mungkin aku belum terbiasa dengan lingkungan kerja seperti itu. Tapi aku harus menyesuaikan diri , aku harus bias bekerja extra cepat karena aku harus mendapatkan output yang ditargetkan setiap harinya.
Tak terasa dua tahun lamanya aku menjadi seorang karyawan di PT tersebut dan selama itu pula aku mendapatkan banyak teman dan banyak pengalaman.
Aku selalu ingat akan pepatah yang mengatakan “ Dimana ada kemauan pasti ada jalan “, Dan Alhamdulillah aku bersyukur kepada Allah SWT karena aku masih diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan walaupun dengan kondisiku yang sekarang. Aku telah memiliki keluarga dan seorang anak tetapi aku tetap bersemangat untuk menuntut ilmu kembali, aku selalu berharaf semoga Allah SWT senantiasa memberiku nikmat sehat agar aku bias menjalani hidup ini tanpa rintangan dan apa yang selama ini aku cita-cita bias tercapai. Amin
.jpg)